Tuesday, December 30, 2014

Cara Membuat User Hotspot MikroTik

Cara Membuat User Hotspot MikroTik


Users - /ip hotspot users
Di menu ini opsi konfigurasi user / password klien bisa ditambahkan
Tab “General
  • Server, nama server Hotspot yang diperbolehkan login untuk user.
  • Name, Username untuk login user HotSpot, jika otentikasi dengan MAC-addressdi aktifkan, di isi dengan mac address client.
  • Password, password user.
  • Address, masukan IP address yang kita tentukan untuk didapat oleh client dari server hotspot.
  • MAC Address, username diperbolehkan untuk login hanya dari MAC Address yang ditentukan.
  • Profile, User profile yang sudah di konfigurasi di /ip hotspot user profile.
  • Routes, Routing yang ditambahkan jika client terkoneksi. Format routingnya adalah dst-address gateway metric (contoh, 192.168.1.0/24 192.168.88.1 1)
  • Email, alamat email pengguna hotspot.
Tab “Limits
  • Limit Uptime, Batas Uptime untuk klien HotSpot, client akan terputus dari HotSpot jika uptime tercapai.
  • Limit Bytes In, Jumlah maksimal byte (total quota download) yang dapat diterima oleh client. Client akan terputus dari HotSpot setelah batas tersebut tercapai.
  • Limit Bytes Out, Jumlah maksimal byte (total quota upload) yang dapat diterima oleh client. Client akan terputus dari HotSpot setelah batas tersebut tercapai.
  • Limit Bytes Total, Jumlah maksimal byte (total quota download & upload) yang dapat diterima oleh client. Client akan terputus dari HotSpot setelah batas tersebut tercapai.
User Profiles - /ip hotspot user profile
Dibagian ini ada beberapa option yang bisa Anda konfigurasi
Tab “General
  • Name, nama user profile
  • Shared User, seberapa bnyak user yang bisa online dengan 1 username.
  • Rate limit, limitasi bandwidth download & upload per user.

Beberapa Contoh Membuat User Hotspot MikroTik

Cara Membuat Username dengan Limit Bandwidth Internet

Anggap saja kita akan membuat batasan kategori user hotspot sebagai berikut :
  • User VIP, dengan batasan kecepatan koneksi internet Download 1Mbps dan Upload 384Kbps.
  • User Gold, dengan batasan kecepatan koneksi internet Download 512Kbps dan Upload 256Kbps.
  • User Silver, dengan batasan kecepatan koneksi internet Download 256Kbps dan Upload 128Kbps.
Yang pertama kita lakukan adalah membuat User Profile pada hotspot mikrotik kita.
Di Winbox akan terlihat seperti ini IP > Hotspot > User Profiles :
user_profile_hotspot_mikrotik
Setelah itu baru kita buat username dan password untuk kategori user hotspot yang barusan kita buat.
Terlihat di winbox akan seperti ini IP > Hotspot > Users :
user_hotspot_mikrotik
Sekarang coba login dengan salah satu username passsword tersebut, contoh saya coba login dengan user hotspot “udin” kategori user hotspot VIP.
queue_user_hotspot
Terlihat pada gambar di atas bahwa client yang login dengan username “udin” ter limit kecepatannya disesuaikan user profile yang sebelumnya kita buat. Ini berlaku untuk user hotspot lainnya. Di winbox kita bisa lihat di Queues > Simple Queues.

Otentifikasi Login Hotspot Dengan MAC Address Komputer/Laptop Client

Disini kita akan mencoba bagaimana agar komputer/laptop client bisa login otomatis dengan identifikasi MAC Address. Jadi user hotspot tidak perlu username password untuk bisa login ke hotspot mikrotik kita. Ini berbeda dengan fitur Binding/Bypass MAC Address.
Pertama, kita set dulu Server Profilesnya agar bisa otentifikasi dengan mac, IP > Hotspot > Server Profiles > pilih profile yang anda gunakan > tab Login > centang MAC.
enable_mac_login_hotspot
Kemudian buat user IP > Hotspot > Users > add dan isi Name dngan MAC address client dan tentukan User Profilesnya.
otentifikasi_by_mac_hotspot
Client/user tidak akan melihat halaman login hotspot mikrotik Anda, tapi di status mikrotik kita aktif. Dan limitasi mengikuti user profile yang kita tentukan.
enable_mac_login_hotspot2

Cara username hanya bisa digunakan untuk login di MAC Address yang ditentukan

Anggap anda ingin 1 username password bisa digunakan untuk login di 1 MAC Address, jadi komputer/laptop yang mempunyai MAC address berbeda tidak bisa menggunakan username ini. Berikut adalah cara settingnya :
Jadi username dengan nama “udin” hanya bisa digunakan di komputer/laptop yang mempunyai MAC Address 08:00:27:00:A8:E9. Jika digunakan di berbeda mac address akan tampil error message seperti dibawah ini :
mac_address_login_hotspot

Sunday, December 28, 2014

CARA INSTALASI UBUNTU DESKTOP

Langkah-langkahnya :
  1. Masukin Media Installasi bisa berupa Flasdisk, CD/USB Installer Ubuntu 12.04-nya.
  2. Tekan tombol pintas untuk masuk ke menu Quick Boot untuk memilih menu pilihan Booting, setiap PC/Laptop tentu akan beda-beda tergantung merk masing-masing bisa tombol Del, F1, F2 or F12..

3. Kalau Laptop Dell biasa tekan F12, untuk masuk ke menu Quick Boot kemudian pilih Drive yang ada Installalsi ubuntunya, misalnya Flashdisk, DVD/CD. kalau sudah dipilih kemudian tekan Enter dan nantinya akan keluar tampilan seperti di bawah ini.

Gambar 1 : Proses Booting
4. Pilih bahasa yang hendak digunakan, misal Bahasa Indonesia, kemudian pilih versi installasi apakah dicoba dulu apa langsung Install ke komputer Anda.
Gambar 2 : Pilih Bahasa
 5. Ini yang saya maskud tadi, kalau komputer/pc terkoneksi internet cepat sebaiknya centang untuk sesi pemutahiran atau pasang dari pihak ke-3nya, biar pas installasi selesai kita bisa langsung Play MP3, dan Videonya. kalo sudah di pilih klik Lanjutkan.
Gambar 3 : Koneksi Internet
6. pilih  jenis installasinya, kalau pertama kali beli laptop/pc mendingan pilih yang hapus seluruh data, tapi kalau ada datanya atau mau didual booting, pilih sesuatu yang lain. kemudian klik Lanjutkan.
Gambar 4 : Jenis Installasi
 7. Kalau harddiskyang dipakai masih belum dipartisi sebelumnya atau masih baru, Klik pilihan "Tabel Partisi Baru" kemudian klik Lanjutkan.
Gambar 5 : Buat Partisi Baru
 8. Kalau proses diatas berhasil nanti akan keluar tampilan seperti gambar 6 dibawah ini, terdapat partisi yang kosong.
Gambar 6 : Persiapan Partisi
 9. Kemudian kita buat Jenis-jenis partisi yang dibutuhkan di Linux, biasanya 2 partisi yang harus ada ( Ext4 dan SWAP). cara membuat partisinya sangat mudah cukup dengan klik partisi yang mau dibagi, kemudian klik menu "Tambah.." nanti akan keluar menu seperti gambar dibawah ini, kalau pilihan jenis partisinya pilih yang Utama saja, terus kita atur kapasitas yang mau dipakai, kemudian pilih letak partisi apakah diawal atau diakhir, kemudian gunakan jenis file systemnya, kali ini yang saya pilih untuk sistem berkas menggunakan Jurnal Ext4, terus pada Titik Terkait pilih type "/" dibaca root, kemudian klik OK.
Gambar 7 : Partisi Baru type "/" root
 10. nah, untuk type yang satunya kita gunakan partisi yang tersisa untuk jenis partisi SWAP. pilih partisi yang tersisa tadi kemudian klik tambah.
Gambar 8 : Pembuatan Partisi SWAP
 11. kalau nanti tampil menu seperti dibawah ini, tinggal setting-setting saja seperti settingan membuat partisi "/" tadi, bedanya ini memakai type SWAP. kalau sudah dipilih kemudian klik OK.

Gambar 9 : Pembuatan Partisi SWAP 





12. kalau sudah semuanya kita Setting memakai Partisi Ext4 dan menggunakan SWAP, tinggal klik menu " Pasang Sekarang".
Gambar 10 : Format Harddisk
13. pilih lokasi dimana kamu berada, kemudian klik Lanjutkan.
Gambar 11 : Pemilihan Waktu
14. Pilih jenis Keyboard yang digunakan, kemudian Klik Lanjutkan.
Gambar 12 : Pilih Jenis Keyboard
15. Isi Nama Pengguna, Nama Komputer , Username, Passwordnya, kalau sudah klik Lajutkan.
Gambar 13 : Penamaan User dan Komputer
16. Proses Installasi sedang dilakukan, berdoa saja semoga tidak ada halangan.
Gambar 14 : Proses Installasi
17. Proses Installasi selesai, dan komputer akan meminta restart.
Gambar 15 : Installasi selesai
18. Setelah restart nanti akan ada menu tampilan seperti di bawah ini, tinggal masukan saja password yang dibuat tadi, kemudian Enter.
Gambar 16 : Login Session
19. Selamat, PC/Laptop Anda sudah berhasil Install Ubuntu 12.04.
Gambar 17 : Desktop Ubuntu 12.04
Setelah Installasi Ubuntu Selesai maka hal yang perlu dilakukan adalah baca artikel tentang 17 Hal Yang Perlu Dilakukan Setelah Install Ubuntu/Xubuntu.

cukup sekian dulu dari saya semoga sedikit membantu, nanti gampang ditambah / diupdate lagi.

nuhun atas perhatiannya, salam semangat.

Beberapa Langkah Migrasi Windows ke Linux

windows to linuxLinux adalah sebuah sistem operasi komputer seperti Windows dan MacOS. Namun tidak seperti Windows dan MacOS, Linux merupakan sistem operasi yang gratis. Untuk dapat menggunakan Windows kita harus membeli lisensi dari pabrik pembuatnya yaitu Microsoft, Sedangkan untuk dapat menikmati MacOS, kita malah diharuskan membeli komputer atau laptop buatan Apple.
Beberapa dari kita mungkin tidak menyadari bahwa sistem operasi Windows yang kita pakai adalah barang bajakan (atau/maat, barang curian). Saat membeli laptop sebetulnya kita tidak otomatis mendapatkan sistem operasi Windows. Memang ada laptop yang dijual dengan disertai sistem operasi Windows, namun harganya tentu jauh lebih mahal. Akibatnya konsumen kemudian membeli laptop dengan harga yang lebih murah, dengan pertimbangan nanti Windows-nya bisa diinstal sendiri dengan biaya instal berkisar antara 25-100rb. Inilah awal mula dari pemikiran pembajakan terhadap sistem operasi Windows, LEBIH MURAH (bahkan gratis jika bisa instal sendiri).
Microsoft sebagai pembuat dan pemilik Windows tentu tidak diam begitu saja melihat produknya dibajak. Beberapa upaya dilakukan seperti sweeping Windows bajakan yang dilakukan terhadap Warnet beberapa tahun kemarin. Lalu apakah kita sebagai pemilik/pengguna komputer pribadi akan ikut kena sweeping juga? itulah pertanyaan yang ada dalam pikiran masing-masing pemilik komputer pribadi seperti saya. Namun terlepas dari adanya sweeping atau tidak, kita tentu harus mengingat bahwa kita sudah melakukan kesalahan yaitu membajak dan menggunakan produk milik orang lain tanpa ijin.
Tux - Logo LinuxLinux hadir sebagai sistem operasi gratis pengganti Windows pada komputer pribadi. Fitur pada Linux saat ini tidak kalah dengan Windows. Mungkin hanya kemudahan karena kebiasaan yang dapat membuat orang memilih Windows daripada Linux. Dan selebihnya jika masing-masing mengetahui apa yang ada pada Linux tentu mereka akan memilih Linux.
Beberapa kelebihan Linux terhadap Windows :
  1. Linux gratis dan bebas lisensi, sedangkan Windows berbayar dan dibatasi dengan lisensi yang berlapis.
  2. Linux lebih jarang terkena virus (bahkan mungkin tidak kena virus), sedangkan Windows sangat rentan terhadap serangan virus.
  3. Tidak perlu restart saat selesai instal driver maupun aplikasi pada Linux, tidak seperti Windows yang harus restart melulu.
  4. Linux lebih baik digunakan pada sistem jaringan dibandingkan Windows, bahkan sebagian besar server internet menggunakan Linux seperti Redhat, CentOS dan Ubuntu.
  5. Sistem file EXT pada Linux lebih baik dibandingkan NTFS dan FAT32 milik Windows.
  6. Linux tidak bergantung pada sistem registry seperti Windows.
  7. Memiliki forum yang besar dengan dukungan dari komunitas, tidak seperti Windows yang mengandalkan support dari pabrikan.
  8. Linux bisa menjalankan beberapa aplikasi berbasis Windows, sedangkan Windows tidak bisa menjalankan aplikasi berbasis Linux.
  9. Linux dapat membaca file system Windows seperti FAT32 dan NTFS, namun Windows tidak bisa membaca file system EXT pada Linux.
  10. Beberapa aplikasi standar seperti Office, Internet dan Multimedia sudah banyak tersedia pada Linux.
  11. Dan masih banyak lagi kelebihan Linux yang saya belum tahu…..
Selain itu inilah beberapa kelemahan Linux dibanding Windows :
  1. Bagi pemula yang terbiasa dengan Windows, menggunakan Linux terasa aneh dan menyulitkan.
  2. Sering pengguna dengan keahlian tertentu tidak bisa menemukan aplikasinya pada Linux, misalnya Corel dan AutoCAD.
  3. Banyaknya distro Linux terkadang membingungkan pengguna.
  4. Dukungan driver hardware tidak sebanyak Windows.
  5. Kadang ditemukan bug pada penggunaan tertentu, misalnya pada hardware tertentu atau aplikasi tertentu.
  6. Sistem keamanan seperti file permission terkadang menyulitkan pengguna yang sudah terlanjur dimudahkan oleh Windows.
  7. Beberapa proses masih dilakukan dengan script, tidak seperti windows yang sebagian besar menggunakan klik.
  8. Lingkungan Windows yang sudah terbentuk menimbulkan masalah pada kompatibilitas jika hanya kita yang menggunakan Linux, contoh: file hasil LibreOffice terkadang berubah formatnya saat dibuka dengan Microsoft Office (bahkan jika kita menyimpan dalam format LibreOffice tidak akan bisa dibuka pada Microsoft Office).
  9. Akan kesulitan jika pemula belajar Linux tanpa bimbingan ataupun tutorial, hal ini karena ada beberapa perintah yang harus dilakukan berupa script yang dijalankan pada Terminal
  10. Dan tentu juga masih banyak lagi kelemahan-kelemahan Linux yang lainnya.
Berikut ini perbandingan aplikasi yang dipakai pada Linux dan Windows
Fungsi Aplikasi Pada Windows Pada Linux
Office Microsoft Word LibreOffice Writer
Office Microsoft Excel LibreOffice Calc
Office Microsoft Powerpoint LibreOffice Impress
Image/Photo Editor Adobe Photoshop GIMP
PDF Reader Adobe Reader, Foxit Reader Okular, Foxit Reader
Drawing Corel Draw LibreOffice Draw,Inkspace
Burning Nero K3B, Brasero
File Manager Windows Explorer Dolphin, Nautilus, Caja
PHP Editor Dreamweaver Bluefish
Video Player Windows Media Player, VLC Playe, GOM Player Kaffeine, VLC Player
Audio Player Winamp, Jet Audio, AIMP Amarok, Audacious, Clementine
Download manager Internet Download manager (IDM) Prozgui
Browsing Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Google Chrome Mozilla Firefox, Opera, Google Chrome
Archieve WinRAR, WinZIP, 7Zip Ark
VCD Ripping VCD Cutter K3B
Chatting Yahoo Messenger, Google Talk Pidgin
Shell Command Prompt Terminal
Image Viewer ACD See, Irfan View GwenView
Text Editor Notepad, Wordpad Kate
Setelah mengatahui kelebihan dan kekurangan Linux serta beberapa aplikasi yang ada pada Linux, selanjutnya berikut ini adalah beberapa langkah migrasi Windows ke Linux :
  1. Pilih distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan spesifikasi komputer kita.
  2. Kalau memungkinkan coba dahulu dengan Live CD atau Live USB untuk memastikan distro yang kita pilih sudah sesuai dan bisa berjalan dengan normal pada komputer kita.
  3. Temukan aplikasi yang kita butuhkan di linux, cari di google atau di forum.
  4. Backup data pada partisi lain, atau bahkan kalau bisa pada hardisk lain.
  5. Pelajari dengan benar cara instal linux dan pembuatan partisinya agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat hilangnya data.
  6. Untuk pemula setidaknya mengenal perintah-perintah dasar konsol Linux, hal ini bertujuan agar dapat dengan mudah melakukan beberapa petunjuk yang diperoleh dari forum atau blog.
  7. Miliki koneksi internet dan pastikan modem kita terdeteksi (melalui Live CD atau Live USB). Hal ini bertujuan agar kita tidak kebingungan setelah proses instal Linux.
Silahkan download artikel ini dalam format PDF disini

Monday, December 22, 2014

Belajar Buat Web Server CentOS 6 di Virtual Box


Belajar Buat Web Server CentOS 6 di Virtual Box

Sebelumnya saya disini ingin berbagi kepada netter, dan tutor ini juga saya dapat dari ajaran temen saya, silahkan dibaca dan semoga bermanfaat
Enaknya Virtual Box, selain free, kita juga bisa buat server environment. lumayan kan.. buat media pembelajaran.
Khususnya buat pengguna Windows, mungkin software seperti WAMP atau XAMPP sering dijadikan solusi untuk membuat website di localhost dengan Web Server Apache.
Akan lebih baiknya jika kita menggunakan bener-bener lingkungan server, maksudnya di sini adalah dengan Virtual Box sebagai solusinya. Ada pengalaman temen katanya, kadang terjadi problem, di WAMP file-file web pada jalan, eh pas di upload ke hosting, jadi ngambek..
Ketika kita sudah mengenal benar-benar server environment di linux, pastinya akan lebih mudah ketika nantinya kita menemui problem, khususnya buat yang udah terlalu lama pake WAMP.
atau pun yang berniat migrasi website, yang awalnya cuma pake layanan hosting, ada planning mau pindah ke sewa VPS, karena sering di suspend gara-gara maen robot-robotan, agc, seo plugins, dkk.
Oke.. langsung aja.
Pada saat dokumen ini dibuat, CentOS yang terbaru dan stable release adalah CentOS 6.2Di sini ceritanya saya pakai CentOS 6.2 32-bit yang minimal.iso aja..Bisa disedot dari sini:
Atau cari mirror download lokal yang terdekat aja dari lokasi kamu, saya saranin sih yg lokal aja biar cepet donlodnya.Singkat ceritanya nih saya pakai Windows atau Linux, sudah install Virtual Box, dan sudah install CentOS juga.Selanjutnya apa ?pada pertengahan cerita nanti lewat ssh, kita akan menggunakan PuTTY untuk mengkoneksikan OS Host Windows/Linux dengan CentOS kita yang ada di Virtual Box.Software PuTTY bisa disedot di sini:
http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html
Kalau buat distro Linux c, biasanya udah tersedia di repo-nya masing-masing.Virtual Box:- OS HOST : Windows atau Linux

Membuat E-Mail Server pada Windows 2003 Server

Membuat E-Mail Server pada Windows 2003 Server

Munkin semua orang sudah tahu bahwa Sistem Operasi Windows 2003 Server merupakan sistem operasi produk  Microsoft yang digunakan sebagai sistem operasi untuk jaringan Client/Server dan jaringan peer to peer. Windows 2003 server juga merupakan pengembangan lebih lanjut dari windows 2000 Server. Windows 2003 Server juga dikenal dengan nama Windows .Net Server.
Windows 2003 Server memiliki memiliki beberapa fungsi server antara lain:
· File and Printer Sharing
· Web Server and Web Application Services
· Mail Server
· Terminal Server
· Remote Access and Virtual Private Network
· Directory Service
· Domain Name Sistem (DNS)
· DHCP Server
· Windows Internet Naming Service (WINS) Server
· Streaming Media Server
E-Mail Server
E-Mail atau electronic mail merupakan layanan yang utama di internet selain web. Windows 2003 menyediakan service e-mail tanpa harus menggunakan software khusus seperti Microsoft Exchange. E-Mail service di Windows 2003 Server mendukung 2 protokol utama yaitu POP3 (Post Office Protocol version 3) digunakan untuk mengambil e-mail diserver yang bekerja di Port TCP 110 dan SMTP (Simple Mail Transfer Protokol) digunakan untuk
mengirim e-mail ke tujuan yang bekerja di port TCP 25.
Untuk mengirim e-mail ke suatu tujuan maka kita memerlukan e-mail Address.
Adapun E-Mail Address Mempunyai Format Sebagai Berikut :
namaanda@domain
Misalnya sutisna@hamuroke.co.id
Dalam proses pengiriman dan penerimaan e-mail user bisa menggunakan e-mail client yang terinstall di Windows Maupun Linux misalnya, Microsoft Outloox, Mozilla Thunderbird, Eudora dan program e-mail lainnya. Baiklah saya mulai tahap-tahap pembuatan Mail Server. Sebelumnya saya asumsikan anda sudah menginstal windows 2003 server di PC anda.
Instalasi E-Mail Server
E-Mail services dapat diinstall dari windows Component di Add Remove Program.
Caranya :
1. Klik Start Menu | Control Panel | Add Remove Program kemudian tampil
dialog Add/Remove Program.
2. Klik pilihan Add/Remove Windows Component
winmail_1
3. Beri tanda ceklis untuk pilihan E-mail service kemudian klik Next
winmail_2
4. Tunggulah hingga proses penginstalaan component selesai, setelah itu klik
tombol Finish.
Konfigurasi E-Mail Server
1. Buka POP 3 Service Console dari Menu Start | Programs | Administrative Tools |
POP3 Service Maka akan tampil POP3 Service seperti gambar dibawah ini :
winmail_3
2. Klik pada nama server untuk contoh pada gambar nama servernya adalah DODOL dan pada Jendela sebelah kanan klik menu New Domain. Maka akan tampil kotak dialog Add Domain.
winmail_4
3. Isi isi nama domain misalnya amikgarut.ac.id pada windows Add Domain, kemudian klik OK.
winmail_5
Selanjutnya anda tinggal membuat Account Mailbox untuk tiap user. Adpun cara membuat mailboxnya adalah
1. klik pada domain amikgarut.ac.id yang telah anda buat tadi dan dijendela sebelah kanan pilih menu Add Mailbox. Maka akan muncul kotak dialog Add Mailbox
winmail_6
2. Isi nama mailbox untuk user beserta passwordnya kemudian klik OK.
winmail_7
3. Setelah itu akan muncul account mailbox yang anda buat.
winmail_8
Untuk menambahkan account mailbox lainnya bisa anda lakukan dengan cara yang sama.
Konfigurasi E-Mail Client di Windows
Berikut ini konfigurasi untuk e-mail client di windows XP adapun caranya adalah sebagai berikut
1. Klik Start Menu | Program | Outlook Express, setelah Outlook Express terbuka
pilih menu Tools | Accounts.
winmail_9
2. Setelah muncul dialog Internet Account Klik Tab Mail. Klik tombol Add Mail. kemudian masukan nama lengkap user E-mail. Kemudian Klik Next.
winmail_10
3. Isikan E-Mail address user yang telah terdaftar di account Mailbox pada mail server kemudian klik Next.
winmail_11
4. Isikan Incoming mail server dan outgoing mail server sesuai dengan alamat
mail server anda (domain atau IP Public server anda jika ada ) misalnya :
222.124.20.18 kemudian klik Next.
winmail_12
5. Isikan Account Name sesuai dengan account mailbox yang anda buat misalnya
dedekurniadi@amikgarut.ac.id kemudian isikan passwordnya lalu klik Next
winmail_13
winmail_14
6. Klik Finish kemudian klik close untuk menutup jendela internet account.
Selesai untuk konfigurasi E-Mail Client menggunakan Outlook Express. Sekarang
anda sudah bisa mengirim dan menerima e-mail dengan menggunakan outlook
express.

DASAR -DASAR LINUX

Belajar Dasar-Dasar Linux

Belajar dasar-dasar linux ini saya khususkan untuk mengenal Linux dari dasar. Untuk pengenal Linux tingkatan menengah dan lanjutan akan Saya buatkan dalam thread lanjutan tersendiri. Thread ini akan membahas mengenai perintah-perintah dasar Linux. Tetapi maaf, thread ini tidak membuat cara installasinya, silakan lihat thread yang lain untuk mengetahui cara installasinya. Dan karena keterbatasan waktu Saya, maka thread ini akan Saya lengkapi dalam beberapa hari, jadi tidak akan diselesaikan dalam 1 waktu. Tidak jadi masalah khan? Selamat membaca dan belajar bersama sahabat
Distro Linux yang akan Saya gunakan dalam contoh ini adalah Linux Mandriva 2006, untuk Linux yang lain pun sama saja caranya, perbedaannya sangat sedikit kok. Oh iya, dalam pembahasan ini Saya akan mengajarkan Linux secara text based, bukan GUI. Karena menurut Saya, kekuatan utama Linux terletak dari CLI (Common Line Interface).
Harap maklum jika pembahasannya kurang jelas, karena Saya pun masih awam di Linux dan belum mahir menggunakan Linux. Jadi mari Kita lengkapi thread ini mengenai dasar-dasar Linux.
Daftar Pembahasan:
  1. Struktur Folder di Linux
  2. Persiapan Installasi Linux
  3. Perintah Dasar Linux
  4. Fungsi Keyboard di Linux
  5. Membuat user dan group
  6. User Permissions file dan direktori di Linux
  7. Memberikan permission kepada file dan direktori
  8. Contoh kasus User Permission
  9. Menggunakan VI Teks Editor
  10. Instalasi Program di Linux
1. Struktur Foder Di Linux
Seperti Windows yang mempunyai struktur folder tersendiri (mis: \Windows, \Program files, \Document and settings), di Linux pun mempunyai struktur file tersendiri. Berikut adalah struktur folder yang ada di Linux
/ = root
|-bin = binary
|-boot = kernel save
|-etc = file-file konfigurasi
|-home = user data file
|-lib = library
|-usr = aplikasi
|-var = mail/log/database
|-mnt = mount point
|-tmp = temporary
|-sbin = binary super user
2. Persiapan Installasi Linux (Mandriva 2006)
  1. Media untuk insallasi dapat berupa: CD/DVD, HDD dan Network (ftp, http, nfs)
    Partisi di Linux, minimal terdiri dari 2 partisi, yaitu:
    1. Partisi / (root)
      Partisi ini digunakan sebagai system dari Linux itu sendiri. Partisi ini dapat bertipe: ext3, ext2, reiserfs, dsb. Saya menyarankan menggunakan tipe partisi ext3, karena bersifat Journalized FS.
    2. Partisi swap
      Partisi ini digunakan sebagai virtual memory, bila RAM yang ada tidak mencukupi. Ukuran minimal yang disarankan adalah 2X ukuran RAM, tetapi bila RAM Anda di atas 1 GB, tidak harus 2X ukuran RAM.
    3. Partisi home
      Partisi home ini tidak mesti ada, tetapi Saya menyarankan untuk membuat partisi ini, karena dengan adanya partisi ini, maka dokumen-dokumen Anda akan dipisahkan dari partisi / (root). Apa keuntungannya? Bila Linux Anda diinstall ulang, atau berganti windows, maka data Anda tidak akan hilang. Ini sama saja dengan Anda membuat 2 partisi di Windows, yaitu partisi untuk Windows dan partisi untuk dokumen Anda. Partisi home ini dapat bertipe ext3, ext2, reiserfs, dsb.
  2. Bagi Anda yang menggunakan CD/DVD untuk installasi Linux, maka Anda cukup boot dari CD/DVD tersebut untuk melakukan installasi. Karena CD/DVD Linux pada umumnya bersifat bootable
  3. Tetapi bagi Anda yang ingin melakukan install via jaringan (network), Anda cukup membuat boot disk ataupun bootable Flash Disk. Pembuatan boot disk harus dilakukan di komputer yang telah terinstall Linux. Berikut caranya:
    1. Untuk membuat boot disk, diperlukan file network.img dan network_drivers.img. Untuk membuat bootable Flash Disk, diperlukan file all.img. Biasanya file-file tersebut terletak di direktori install/images yang berada di CD/DVD Mandriva atau di direktori Mandriva yang terletak di server.
    2. Copy file tersebut ke disket atau ke flash disk, caranya adalah sebagai berikut:
      1. Untuk disket, harap format dulu disketnya. Ini untuk menghindari error yang terjadi pada disket. Cara format disket, ketik di Console: mformat a:
      2. Kemudian, image yang sudah dibuat tersebut harus dicopy ke disket atau flash disk. Untuk disket, copy image tersebut dengan perintah:
        $ dd if=network.img of=/dev/fd0
        $ dd if=network_drivers.img of=/dev/fd0Network.img untuk disket 1 (Disket booting) dan network_drivers.img untuk disket 2.Untuk flash disk, copy image tersebut dengan perintah:
        # dd if=all.img of=/dev/sda1 Perhatikan tanda $ dan #. Tanda $, artinya Anda login sebagai user biasa, sedangkan tanda # artinya Anda login sebagai root.
  4. Setelah disket/flash disk booting selesai dibuat, Anda tinggal boot komputer menggunakan disket atau flash disk tersebut, selanjutnya tinggal mengikuti instruksi yang ada. Cara installasi-nya silakan lihat thread yang lain.
3. Perintah Dasar Linux
Keterangan:
Perintah Linux = Perintah DOS = Keterangan perintah
  • ls = dir = melihat isi file
  • clear = cls = membersihkan tampilan di layar monitor
  • cp = copy = menyalin file
  • mv = ren, move = mengubah nama file, dan bisa juga untuk memindahkan file ke direktori tertentu
  • cd = cd = berpindah direktori (jika tanpa parameter akan menuju ke home direktori)
  • mkdir = md = membuat direktori
  • rmdir = rd = menghapus direktori kosong
  • cat = type = melihat isi file
  • rm = del = menghapus file atau direktori
  • pwd = cd = melihat direktori aktif saat ini
  • more = more = melihat tampilan per halaman
  • grep = <<tidak ada>> = menyaring tampilan atau file berdasarkan kata tertentu
  • free = mem = melihat informasi memory
Jika di DOS untuk menampilkan keterangan suatu perintah digunakan /?, maka di Linux dapat menggunakan perintah man. Contoh, untuk mengetahui fungsi dari perintah ls, maka dapat menggunakan man ls
Untuk menampilkan daftar perintah yang ada di linux, gunakan perintah info.
Beberapa contoh penggunaan perintah dasar Linux:
  • Menampilkan daftar file atau direktori
    ls -a = Melihat semua file atau direktori termasuk yang disembunyikan (diawali dengan tanda . (titik))
    ls -l = Menampilkan file dan direktori dalam tampilan lengkap, termasuk ukuran, tanggal modifikasi, pemilik, group dan mode atributnya
    ls -R = Menapilkan semua file atau direktori. Jika terdapat direktori, isi direktori itu akan ditampilkan juga
  • Membuat direktori beberapa level dalam 1 perintah. Contohnya direktori yang mempunyai susunan seperti ini:
    Komputer
    |-Hardware
    |-CPU
    |-Memori
    |-HDD
    |-Software
    |-OS
    |-Office
  • Maka Anda dapat menggunakan perintah berikut:
    $ mkdir -p Komputer/{Hardware/{CPU,Memori,HDD},Software/{OS, Office}}
  • Untuk melihat strukturnya, gunakan perintah tree (bila tidak ada, install dulu tree-nya dengan perintah urpmi tree)
  • Untuk menghapus direktori Komputer termasuk yang berada di bawahnya (di DOS dilakukan dengan perintah deltree), gunakan perintah
    $ rm -rf Komputer
    Parameter -rf artinya adalah menghapus seluruh direktori yang berada di dalamnya (-r) tanpa bertanya lagi (-f).
  • Membuat file dan melihat isinya:
    Membuat file dapat dilakukan dengan perintah cat, caranya hampir sama dengan perintah DOS (via copy con namafile), caranya adalah
    $ cat > namafile
    Untuk menyimpan file tersebut, tekan ^D.
  • Melihat isi file, dilakukan dengan perintah cat namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya 10 baris pertama saja head namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya 10 baris terakhir saja tail namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya 5 baris pertama saja head -5 namafile
  • Melihat isi file tetapi hanya baris 5 saja head -5 namafile | tail -1
  • Perintah Pause:
    Di Linux ada 2 macam perintah untuk melihat tampilan daftar/isi file per layar. Perintah tersebut adalah more dan lessPerbedaan more dengan less terletak pada apa yang ditampilkan dalam jumlah besar. Perintah more hanya dapat melihat tampilan per layar tanpa bisa melihat apa sudah ditampilkan, jadi tidak bisa scroll ke atas untuk melihat tampilan yang telah lewat.Perintah less, lebih lengkap dari more karena less dapat melihat tampilan yang telah lewat dengan menggunakan panah atas.
4. Fungsi Keyboard di Linux
  • Ctrl+Alt+Fn = (n=1..6) Pindah ke terminal ke-n. Kita dapat menjalankan beberapa terminal sekaligus, jadi artinya Kita bisa login sebanyak 6 kali secara simultan dalam terminal/konsol
  • Ctrl+Alt+F7 = Pindah ke Xwindow yang telah berjalan
  • Ctrl+Alt+Del = Restart komputer
  • Ctrl+Alt+Backspace = Mematikan Xwindow server (dalam Xwindow), perintah ini berguna bila Xwindow rusak sehingga tidak dapat keluar secara normal.
  • Ctrl+c = membatalkan proses yang sedang berjalan
  • Ctrl+d = Mengirim pesan EOF (End of File) kepada proses yang sedang berlangsung
  • Panah Atas = Menampilkan kembali daftar perintah yang telah Kita ketik.
  • ~ = direktori user
  • | (pipeline) = fungsinya sama dengan yang berada di DOS, yaitu untuk menjalankan beberapa perintah bersamaan. Tetapi perintah setelah pipeline akan menggunakan masukan yang dihasilkan oleh perintah sebelum pipeline. Contoh: ls | grep Desktop, artinya adalah perintah grep akan menyaring semua keluaran yang dihasilkan oleh perintah ls. Jadi output perintah ls menjadi input untuk perintah grep.
Perintah Informasi System di Linux
  • pwd = menampilkan direktori aktif saat ini.
  • hostname = Menampilkan nama komputer yang sedang digunakan
  • whoami = Menampilkan nama login Kita
  • who = Menampilkan pengguna yang sedang aktif
  • id username = Menampilkan ID user dan ID Group
  • last = Menampilkan daftar user yang login terakhir kali
  • ps = Menampilkan proses saat ini yang dijalankan oleh user yang sedang aktif. Jika ditambahkan parameter axu, maka proses yang ditampilkan adalah proses yang dijalankan oleh masing-masing user.
  • top = sama seperti ps, tetapi diurutkan berdasarkan penggunaan CPU
  • free = Informasi memori, termasuk RAM dan Virtual Memory
  • df -h = Menampilkan kapasitas HDD (df=disk free)
  • du -bh = Menampilkan detail pemakaian HDD untuk setiap subdirektori (du=disk usage)
5. Membuat User dan Group
Sistem operasi Linux dari awalnya memang sudah dirancang untuk bekerja dengan banyak user, artinya adalah di Linux Kita bisa melakukan login dengan berbagai nama user, dan tentu saja dengan hak yang berbeda-beda dan hak akses yang berbeda pula untuk file dan direktori.
Tidak hanya membuat user saja, tetapi semua user yang ada dapat dikelompokkan. Contohnya, Kita dapat mengelompokkan user berdasarkan departemen yang ada di perusahaan, contohnya group Marketing, Purchasing, Finance, Accounting, dsb.
Sekarang bagaimana caranya kita membuat user dan group di Linux? Caranya cukup mudah, dan seperti Saya beritahukan di awal thread, Kita akan melakukan semuanya melalui command line atau biasa disebut text based.
  • Membuat user, gunakan perintah # useradd NamaUser
    Perintah tersebut akan membuat user baru sesuai dengan nama user yang kita masukan. Perhatikan juga bahwa pembuatan user tersebut akan membuatkan 1 direktori sesuai dengan nama user tersebut pada direktori /home. Selain itu, default group user ini adalah nama user itu juga.
  • Melihat daftar user yang ada, perintahnya # cat /etc/passwd
    Daftar user tersebut, nantinya akan berbentuk seperti ini
    guest:x:500:500:guest:/home/guest:/bin/bash
    Dari daftar tersebut, terlihat kalau daftar tersebut terbagi menjadi 7 kolom/bagian yang dipisahkan oleh tanda : (titik dua).
    • Kolom 1 berisi username
    • Kolom 2 berisi password (hanya ditandi dengan tanda ‘x’ yang berarti mempunyai password)
    • Kolom 3 berisi UID (user ID), UID ini selalu dimulai dari 500
    • Kolom 4 berisi GID (Group ID), GUID ini juga selalu dimulai dari 500
    • Kolom 5 berisi Full name user
    • Kolom 6 berisi home direktori user
    • Kolom 7 berisi shell user tersebut
  • Melihat password user dalam bentuk terekripsi, perintahnya # cat /etc/shadow
  • Menghapus user, gunakan perintah # userdel namauser
    Perintah ini akan menghapus user yang kita masukan, tetapi tidak menghapus direktori user di folder /home.
  • Menghapus user dan folder home-nya, gunakan perintah # userdel -r namauser
  • Membuat Group, gunakan perintah # groupadd NamaGroup
    Perintah tersebut akan membuat suatu group baru. Saat baru dibuat group ini akan kosong, artinya tidak ada anggota pada group ini. Seperti penjelasan di atas, bahwa setiap pembuatan GID ini akan dimulai dari 500. Sekarang bagaimana jika kita ingin memberikan GID ini dengan 700? Gunakan perintah # groupadd -g 700 NamaGroup.
  • Melihat daftar group yang ada, gunakan perintah # cat /etc/group
  • Menambahkan user ke group tertentu, perintahnya # usermod -G NamaGroup NamaUser
  • Menghapus Group, gunakan perintah # groupdel NamaGroup
6. User Permissions File dan Direktori di Linux
Karena bekerja dengan banyak user, maka hak akses file dan direktori masing-masing user juga menjadi sangat vital. Seringkali user tertentu tidak ingin direktori dan file-filenya tidak ingin dilihat oleh orang lain. Dan bisa juga direktori atau file-file tertentu saja yang dibolehkan untuk dilihat orang lain. Atau bisa juga hanya group user tersebut yang boleh melihatnya tetapi group lain tidak boleh melihatnya. Itulah gunanya user permission di Linux. Kita bisa menentukan user atau group siapa saja yang boleh melihat file atau direktori tertentu.
Coba Anda melakukan perintah ls -l, di sebelah paling kiri akan muncul user permission dari file dan direktori yang ditampilkan tersebut. Formatnya adalah seperti ini drwxrwxrwx yang terdiri dari 10 digit. Dari format tersebut, dibagi ke dalam 4 segmen, yaitu:
d rwx rwx rwx
  • Segmen 1 menandakan tipenya, apakah berupa direktori, regular file atau link file. Kodenya adalah:
    • d = direktori
    • - = regular file
    • l = link file
  • Segmen 2 menandakan permission untuk pemilik (owner)
  • Segmen 3 menandakan permission untuk group
  • Segmen 4 menandakan permission selain pemilik dan group (others)
Untuk segmen 2, 3 dan 4 selalu berformat rwx, artinya:
  • r = read, akses untuk melakukan pembacaan file
  • w = write, akses untuk melakukan penulisan, pengeditan (rename, edit), penghapusan file atau direktori.
  • x = execute, akses untuk menjalankan suatu file atau masuk ke suatu direktori.
Jadi jika format permissionnya adalah seperti ini:
  1. drwxrwxr–maka hal ini berarti bahwa:
    • Direktori tersebut (karena diawali huruf d yang berarti direktori) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, dan pemilik tersebut juga dapat masuk ke direktori tersebut.
    • Direktori tersebut dapat dibaca, diedit oleh groupnya, dan groupnya dapat masuk ke direktori tersebut.
    • Direktori ini hanya dapat dilihat oleh user atau group lain, tidak bisa melakukan editing (rename dan hapus), dan tidak bisa masuk ke direktori tersebut.
  2. -rw-r—–
    • File tersebut (karena diawali tanda – yang berarti file biasa) dapat dibaca, diedit oleh pemiliknya, tetapi tidak bisa dieksekusi/dijalankan (layaknya .exe di windows), karena tidak ada permission untuk execute (x)
    • File tersebut hanya dapat dibaca oleh groupnya, tanpa dapat diedit/dihapus dan tidak dapat dieksekusi
    • File ini tidak dapat dibaca, diedit/dihapus maupun dijalankan oleh user dan group yang lain.
7. Memberikan Permission Kepada File dan Direktori
Kita sudah mengetahui permission apa saja yang ada di file dan direktori di Linux. Tetapi Kita belum mengetahui bagaimana cara memberikan permission kepada file atau direktori tersebut. Di Linux, untuk memberikan permission dapat dilakukan dengan perintah chmod permission FileAtauDirektori.
Option untuk perintah chmod ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan symbol huruf dan menggunakan symbol angka. Untuk menggunakan symbol huruf, maka huruf yang digunakan terdiri dari:
  • u = owner
  • g = group
  • o = others
  • a = all
  • + = menambahkan permission
  • - = mengurangi permission
  • r = permission untuk membaca (read)
  • w = permission untuk menulis (write)
  • x = permission untuk menjalankan atau masuk ke direktori (execute)
Untuk memberikan akses tulis kepada group, maka option yang harus kita berikan adalah g+w.
Untuk menghilangkan akses baca kepada user atau group lainnya, maka option yang harus kita berikan adalah o-r.
Selain dengan symbol huruf, Kita juga dapat menggunakan symbol angka. Symbol angka ini harus diberikan sekaligus untuk owner, group dan others. Jadi, kalau di symbol huruf kita bisa memberikan permission untuk owner, group atau others saja, maka di symbol angka ini harus diberikan sekaligus. Karena itu, symbol angka ini selalu berisi 3 digit, dimana digit pertama akan berisi mengenai permission owner, digit kedua untuk permission group dan digit ketiga untuk permission others. Symbol angkanya adalah:
  • 4 = untuk permission baca (read)
  • 2 = untuk permission tulis (write)
  • 1 = untuk permission menjalankan (execute)
Jadi, jika kita ingin memberikan permission seperti ini kepada user
  • drw-r-xr—maka perintahnya bila menggunakan symbol huruf adalah:
    $ chmod u+rw,u-x,g+r,g-wx,o+r,o-wx file
    bila menggunakan symbol angka, maka perintahnya:
    $ chmod 654 file
    Angka 6 berarti akses baca dan tulis, karena akses baca adalah 4 dan tulis adalah 2, maka jumlahnya adalah 6. Demikian juga untuk permission group, angka 5 berasal dari permission baca yang bernilai 4 dan permission menjalankan yang bernilai 1. Karena user atau group lainnya hanya boleh membaca saja, maka diberikan nilai 4.
  • Contoh lain lagi, misalkan permission awalnya adalah seperti ini drwxrw—- dan kita ingin menggantinya menjadi seperti ini drw-r-x—, maka perintahnya:
    $ chmod u-x, g-w,g+x file
    atau
    $ chmod 654 file
Untuk mengganti pemilik dari suatu file atau direktori, gunakan perintah berikut: chown PemilikBaru NamaFileAtauDirektori
Untuk mengganti group dari suatu file atau direktori, gunakan perintah beikut: chgrp GroupBaru NamaFileAtauDirektor
8. Contoh Penggunaan User Permission
Untuk lebih jelasnya, Kita akan langsung masuk ke contoh kasus saja.
  1. Kita akan membuat 1 group dengan nama IT Dan juga membuatkan user dengan nama-nama: Benny, Budi, dan Iwan. Dan ingat jangan lupa untuk memberikan password. Perintahnya:
    1. # groupadd it
    2. # useradd benny
    3. # passwd benny
    4. # useradd budi
    5. # passwd budi
    6. # useradd iwan
    7. # passwd iwan
  2. Kecuali Iwan, user-user tersebut adalah anggota dari group IT. Perintahnya:
    1. # usermod -G it benny
    2. # usermod -G it budi
  3. Selanjutnya adalah membuatkan direktori untuk group dimana setiap anggota group it dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut, tetapi tidak untuk user atau group lainnya. Dan setiap file atau direktori yang berada di dalamnya harus mempunyai hak akses yang sama dengan direktori tersebut, yaitu dapat membaca, menulis dan mengeksekusi direktori tersebut.
    Perintahnya:
    • # mkdir /home/it
    • # chgrp it /home/it
    • # chmod g+rwxs, o-rwx /home/it (atau ditulis # chmod 2770 /home/it)
      Perhatikan ternyata untuk permissionnya ada tambahan hurus ‘s’ dan dalam symbol angka menjadi 4 digit. Huruf ‘s’ (atau angka 4 di symbol angka) berarti special permission. Efek dari special permission ini adalah, bila direktori tersebut sudah kita set groupnya menjadi it, maka setiap file atau direktori yang berada di dalamnya yang dibuat setelah permission dibuat, maka groupnya pun akan mengikuti direktori utamanya.Jika menggunakan symbol angka, maka special permission ini diletakan pada digit pertama. Berarti digit kedua adalah untuk permission owner, digit ketiga untuk permission group dan digit keempat untuk permission others. Bila tidak ada special permission, maka Kita dapat menuliskan dalam format 3 digit. Untuk symbol angka, berikut adalah artinya:
      • 4 = u+s
      • 2 = g+s
      • 1 = sticky bit (artinya yang bisa menghapusnya hanya owner, untuk symbol huruf ditandai dengan huruf ‘t’).
    • Sekarang cobalah untuk login dengan user benny, dan cobalah untuk membuat file apa saja di direktori /home/it.
    • Lalu cobalah login dengan user budi, editlah file tersebut. Ternyata user budi dapat mengedit file tersebut. Hal ini karena group file tersebut adalah it, dimana akses group tersebut adalah read, write dan execute.
    • Sekarang coba login dengan user iwan, dan coba edit file yang dibuat oleh user benny tadi. Ternyata tidak bisa. Bahkan user iwan tidak bisa masuk ke direktori /home/it sama sekali. Hal ini terjadi, karena user iwan bukan merupakan anggota group it.
9. Menggunakan VI Teks Editor
Ada banyak teks editor yang tersedia di Linux, mulai dari yang berbasis CLI hingga yang berbasis GUI. Beberapa teks editor tersebut adalah
  1. vi
  2. emacs
  3. joe (bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan wordstar/ws, joe ini mirip sekali dengannya)
  4. pico
  5. dll
Vi teks editor ini terdiri dari 2 macam mode, yaitu editing dan command. Saat berada dalam mode editing, Kita bisa mengedit file yang kita buat, seperti menambah, menghapus atau mengedit teks.
Saat berada dalam mode command, artinya kita bisa memberikan perintah-perintah kepada vi. Perintah-perintah yang dimaksud itu seperti perintah keluar, simpan, copy, delete, dsb. Command ini juga bisa dalam bentuk visual. Saat berada dalam mode visual, kita bisa melakukan blok terhadap baris-baris tertentu dan melakukan copy terhadap baris tersebut dan sebagainya.
Untuk masuk ke dalam mode editing, kita dapat menekan tombol i. Untuk berpindah mode, dari mode editing ke mode command, Kita dapat menekan tombol ESC.
  • Membuat dan membuka file
    Untuk membuat atau membuka file, dapat dilakukan dengan perintah:
    $ vi nama_file
    Jika nama file yang diberikan adalah nama file baru (filenya belum ada), maka artinya kita akan membuat file baru. Tetapi jika nama filenya sudah ada, artinya kita akan membuka file tersebut.Berikut beberapa perintah lainnya dalam membuka file:
    • $ vi +n nama_file
      Untuk membuka file langsung pada nomor baris n
    • $ vi + nama_file
      Untuk membuka file langsung pada baris terakhir
    • $ vi +/kata nama_file
      Untuk membuka file langsung pada kata pertama yang ditemukan
    • $ vi -R nama_file
      Membuka file dalam modus baca, dan tidak untuk diedit. Perintahnya juga bisa dilakukan dengan perintah $ view nama_file
  • Keluar dan menyimpan
    • Untuk keluar dari vi, tekan tombol ESC kemudian dilanjutkan dengan menekan tombol :q dan diakhiri dengan ENTER
    • Bila file telah sempat diedit, dan Kita ingin keluar tanpa menyimpannya, maka yang perlu Anda lakukan adalah tekan ESC, dilanjutkan dengan tombol :q! dan diakhiri dengan ENTER
    • Untuk menyimpan dan keluar dari vi, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :wq
    • Untuk menyimpan tanpa keluar, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :x
  • Perintah-perintah pengeditan
    1. Menggerakkan kursor
      • 0 = Pindah ke awal baris
      • $ = Pindah ke akhir baris
      • w = Pindah ke kata selanjutnya
      • b = Pindah kembali ke kata sebelumnya
      • a = Untuk menyisipkan karakter
      • c = untuk memotong kata atau baris
      • p = Untuk menyalin kata atau kalimat yang terpotong (paste)
      • yy = Untuk menyalin 1 baris.
      • 2yy = Untuk menyalin 2 baris.
      • dd = Untuk menghapus baris.
      • 2dd = Untuk menghapus 2 baris
      Untuk melakukan copy+paste secara visual, dapat dilakukan dengan cara menekan tombol v, blok baris yang akan dicopy, kemudian tekan y. Letakkan kursor ke tempat tujuan dan tekan p.
    2. Mengedit teks
      • cw = Menghapus satu kata di depan kursor
      • c2b = menghapus 2 kata sebelumnya
      • c$ = menghapus satu baris di depan kursor
      • c0 = menghapus satu kata di belakang kursor
      • ~ = mengubah huruf kecil menjadi huruf besar
      • u = Undo, melakukan pembatalan terhadap editing terakhir.
      • A = menyisipkan karakter di akhir baris
      • I = menyisipkan karakter di awal baris
      • o = membuka baris kosong di bawah kursor
      • O = membuka baris kosong di atas kursor
      • s = menghapus karakter pada kursor dan menukar teks
      • S = menghapus baris dan menukar teks
      • R = menempati karakter, kata, kalimat ke dalam baris yang telah dibuat.
      • J = menggabungkan dua baris.
    3. Menukar teks
      Format umum perintah menukar teks ini adalah:
      :<jangkauan>s/<kata yang akan diganti>/<kata pengganti>/optionOption yang dapat diberikan adalah
      g = mencari kata secara global
      i = mengabaikan huruf besar/huruf kecilContoh:
      Kita akan mengganti kata “baris” menjadi kata “line”, maka perintahnya:
      :1,$s/baris/line/g
    4. Mencari kata
      • /cari = mencari kata pertama di depan kursor yang sama dengan cari
      • ?cari = mencari kata pertama di belakang yang sama dengan cari
      • n = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah sebelumnya
      • N = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah setelahnya.
10. Instalasi Program di Linux
Instalasi di Linux terdiri dari 2 macam, yaitu instalasi dari repositori dan instalasi program tambahan (non repositori). Instalasi dari repositori artinya Kita akan menginstall program-program tambahan yang sudah disediakan oleh distro Linux tersebut, seperti dari CD/DVD atau dari server (dan mirrornya) distro itu sendiri.
Instalasi program tambahan (non repositori), artinya Kita akan menginstall program-program lain yang tidak terdapat di distro Linux tersebut atau bisa juga kita akan menginstall program-program yang berada di distro tersebut, tetapi mempunyai versi yang berbeda.
  • Installasi Dari Repositori
    Untuk installasi dari repositori, tergantung dari distro yang kita gunakan, karena masing-masing distro mempunyai perintahnya masing-masing. Berikut beberapa perintah yang ada di beberapa distro:
    1. Mandriva = urpmi
    2. Red Hat & Fedor = yum
    3. OpenSUSE & SUSE = yast2
    4. Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu = apt-get
    5. PCLinuxOS = apt-get
    Contoh:
    • Instalasi tree di Mandriva, urpmi tree
    • Instalasi webmin di PCLinuxOS, apt-get install webmin
  • Installasi Program Tambahan (non repostori)
    Ada kalanya Kita tidak menemukan aplikasi yang kita inginkan di distro Linux yang kita gunakan, atau aplikasi yang kita inginkan memang ada, tetapi kita membutuhkan versi yang lebih tinggi. Di saat seperti itulah Kita perlu menginstall program tambahan (non repositori) tersebut. Installasi program tambahan ini pun tergantung dari turunan distro yang kita gunakan.Secara umum, distro Linux yang ada saat ini dapat dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu:
    1. Turunan Red Hat (mempunyai installer yang berbentuk .rpm)
    2. Turunan Debian (mempunyai installer yang berbentuk .deb)
    3. Turunan Slackware (mempunyai installer yang berbentuk .tgz)
    Dalam pembahasan ini, Kita akan menggunakan installer yang berbentuk .rpm. Perintah untuk menginstall paket .rpm adalah rpm -ivh NamaPaket. Parameter i berarti Kita akan melakukan installasi.
    Parameter v berarti semua progress akan ditampilkan ke layar.
    Parameter h berarti tampilan progressnya dalam bentuk bar, sehingga akan kelihatan persentasenya.
    Untuk mengupgrade paket .rpm, gunakan parameter U untuk menggantikan parameter i. Untuk menghapus aplikasi, gunakan parametera e.
    Penjelasan dan contoh yang lebih lanjut mengenai installasi paket .rpm ini akan dijelaskan dalam thread lanjutan setelah thread ini. Di thread lanjutan nanti, akan dijelaskan cara install paket .rpm yang lebih lengkap, termasuk installasi yang membutuhkan dependensi, dan installasi melalui source code.

Thursday, December 4, 2014

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA,SEMOGA BISA BERMANFAAT BAGI ANDA


 CCTV – Televisi sirkuit tertutup atau lebih dikenal dengan istilah CCTV menurut Wikipedia adalah penggunaan kamera video untuk mengirimkan sinyal ke sebuah tempat tertentu, pada satu set monitor terbatas. CCTV sering digunakan untuk pengawasan di daerah-daerah yang mungkin perlu pemantauan seperti bank, kasino, bandara, instalasi militer, dan toko kenyamanan. Selain itu CCTV juga merupakan alat penting untuk pendidikan jarak jauh. Untuk pertama kalinya system CCTV di pasang oleh Siemens AG pada tahun 1942, untuk mengamatai peluncuran roket V-2. Bagaimanakah perkembangan CCTV dari awal mula hingga sampai saat ini? Berikut ini awalmula.com kutip awal mula sejarah CCTV dan perkembangannya seperti yang dilansir oleh panasonicjogja.net

Sejarah CCTV

Sistem CCTV pertama dipasang oleh Siemens AG pada Test Stand VII di Peenemünde, Jerman pada tahun 1942, untuk mengamati peluncuran V-2 roket. mencatat insinyur Jerman Walter Bruch bertanggung jawab untuk desain dan instalasi sistem.
Sistem perekaman CCTV masih sering digunakan di tempat peluncuran modern untuk merekam penerbangan roket, untuk menemukan kemungkinan penyebab kerusakan, sementara roket yang lebih besar sering dilengkapi dengan CCTV yang memungkinkan gambar-gambar menjadi tahap pemisahan ditransmisikan kembali ke bumi dengan link radio.
Pada bulan September 1968, Olean, New York adalah kota pertama di Amerika Serikat untuk menginstal kamera video sepanjang jalan bisnis utama dalam upaya untuk memerangi kejahatan.Penggunaan kamera televisi sirkuit tertutup perpipaan gambar ke Kepolisian Olean mendorong Departemen Olean ke teknologi terdepan melawan kejahatan.
Penggunaan CCTV di kemudian hari menjadi sangat umum di bank dan toko untuk mencegah pencurian, dengan merekam bukti kegiatan kriminal. Penggunaannya lebih lanjut dipopulerkan konsep.Tempat pertama yang menggunakan CCTV di Britania Raya adalah King’s Lynn , Norfolk.
Dalam dekade belakangan ini, terutama dengan ketakutan kejahatan umum berkembang pada 1990-an 2000-an, dan penggunaan ruang publik kamera pengintai telah mati, khususnya di beberapa negara seperti Britania Raya .
Pencegahan Kejahatan dan prevalensi di Inggris
Dua tahun James Bulger yang dipimpin oleh pembunuh-Nya, dicatat di pusat perbelanjaan CCTV
Di luar fasilitas pemerintah khusus, CCTV awalnya dikembangkan sebagai sarana meningkatkan keamanan di bank.Percobaan di Inggris selama tahun 1970-an dan 1980-an (termasuk CCTV luar ruangan di Bournemouth pada tahun 1985), menyebabkan beberapa program uji coba yang lebih besar kemudian dekade itu.
Ini dianggap berhasil dalam laporan pemerintah “CCTV: Looking Out Untuk Anda”, yang dikeluarkan oleh Home Office pada tahun 1994, dan membuka jalan bagi peningkatan besar dalam jumlah sistem CCTV dipasang.Hari ini, sistem menutupi sebagian besar kota dan pusat kota, dan banyak stasiun, mobil-taman dan kebun.
Persis jumlah kamera CCTV di Inggris tidak diketahui tetapi kertas kerja tahun 2002 oleh Michael McCahill dan Clive Norris dari UrbanEye, berdasarkan sampel kecil di Putney High Street, diperkirakan jumlah kamera pengintai di rumah pribadi di London sekitar 500.000 dan jumlah kamera di Inggris adalah sekitar 4.200.000.Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Skotlandia untuk Kejahatan dan Keadilan Penelitian dan berdasarkan survei terhadap semua otoritas lokal Skotlandia, mengidentifikasi bahwa ada lebih dari 2.200 ruang publik kamera CCTV di Skotlandia.
Menurut perkiraan mereka Inggris memiliki satu kamera untuk setiap 14 orang, meskipun telah mengakui bahwa metodologi di balik angka ini agak meragukan. The CCTV User Group memperkirakan bahwa ada sekitar 1,5 juta kamera CCTV di pusat-pusat kota, stasiun , bandara, area ritel besar dan sebagainya.Angka ini tidak termasuk sistem surveilans yang lebih kecil seperti yang dapat ditemukan di sudut toko-toko lokal.
Ada sedikit bukti bahwa CCTV menghalangi kejahatan, bahkan, ada bukti bahwa tidak. Menurut seorang Demokrat Liberal analisis, di London “Polisi tidak lebih mungkin untuk menangkap pelanggar di daerah dengan ratusan kamera daripada di mereka yang hampir tidak ada. ” A 2008 Laporan oleh Kepala Kepolisian Inggris menyimpulkan bahwa hanya 3% dari kejahatan diselesaikan dengan CCTV.Di London, Polisi Metropolitan laporan menunjukkan bahwa pada tahun 2008 hanya satu kejahatan yang diselesaikan per 1000 kamera .
Kamera juga telah diinstal pada transportasi umum dengan harapan menggentarkan kejahatan, dan dalam van polisi surveilans mobile, sering kali dengan pengakuan plat nomor otomatis .Dalam beberapa kasus, kamera CCTV telah menjadi target serangan sendiri .
Pada tanggal 22 Juli 2005, Jean Charles de Menezes ditembak mati oleh polisi di stasiun kereta bawah tanah Stockwell .Menurut saudara Giovani Menezes, “Film ini menunjukkan bahwa Jean tidak memiliki perilaku yang mencurigakan”.
Karena upaya pemboman hari sebelumnya , beberapa kaset sudah seharusnya dihapus dari kamera CCTV untuk belajar, dan mereka tidak fungsional.Terjadi perubahan yang berkesinambungan untuk DVR teknologi berbasis mungkin di masa depan berhenti masalah yang sama terjadi.
The UK cameras were deployed and are maintained by NEP – Roll to Record, a division of NEP Broadcasting .Kamera Inggris dikerahkan dan dipelihara oleh NEP – Roll ke Rekam, sebuah divisi dari NEP Penyiaran.
Pada bulan Oktober 2009, sebuah “Eyes Internet” diumumkan situs yang akan membayar anggota masyarakat untuk melihat gambar kamera CCTV dari rumah mereka dan melaporkan setiap kejahatan mereka saksikan.Situs ini bertujuan untuk menambah “mata lebih” untuk kamera yang mungkin kurang dimonitor, tetapi kampanye kebebasan sipil mengecam gagasan sebagai “menjijikkan dan pengembangan mengkhawatirkan”
Hacking Dan Seni Video
Hacker dan seniman gerilya telah terkena kerentanan sistem video dalam sebuah tindakan disebut “video mengendus” Mereka telah menyeberangi feed, upload video mereka sendiri dan digunakan feed rekaman video untuk tujuan artistik.
Industri Proses
Industri proses yang berlangsung dalam kondisi berbahaya bagi manusia hari ini sering diawasi oleh CCTV. Ini adalah terutama proses dalam industri kimia, interior reaktor atau fasilitas untuk pembuatan bahan bakar nuklir. Penggunaan kamera thermographic memungkinkan operator untuk mengukur suhu dari proses.Penggunaan CCTV dalam proses tersebut kadang-kadang diperlukan oleh hukum.






8 Tips Memilih CCTV



Teknologi pengintai CCTV berkembang sedemikian pesat dan teknologi CCTV terbaru saat ini berupa IP Camera digital. Teknologi IP Camera digital ini memberikan keunggulan-keunggulan canggih untuk memonitor, merekam, dan melihat aktifitas di dalam maupun diluar propeti Anda. Dengan pilihan produk yang sangat banyak saat ini, memahami pilihan produk tersebut menjadi hal yang rumit atau membingungkan untuk sebagian orang. Apakah ingin menggunakan CCTV yang sudah ada atau mengadposi teknologi jenis baru seperti IP Camera digital?
Berikut ini adalah 8 tips untuk memilih CCTV yang cocok untuk kebutuhan Anda;
1.    Tetapkan Kriteria : Mengapa Saya membutuhkan CCTV?
Sangat penting untuk terlebih dahulu memahami apa yang Anda harapkan dari penggunaan CCTV. Apa yang orang lain anggap nyaman belum tentu memberikan kenyamanan yang sama untuk Anda. Apakah Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi mencegah penjahat atau maling? Untuk merekam akses dari bangunan atau halaman? Untuk merekam aktivitas pada saat waktu tertentu, contohnya ketika Anda bepergian? Anda juga harus berpikir tentang apa yang akan Anda lakukan dengan informasi yang didapat dari penggunaan CCTV. Seberapa lama Anda ingin menyimpan hasil rekaman? Seberapa sering Anda akam memonitornya? Dengan pertanyaan ini Anda akan dapat mengetahui mengenai spesifikasi kamera yang Anda inginkan seperti resolusi kamera, lensa kamera seberapa jauh, atau kapasitas penyimpanan yang diinginkan. Hal-hal ini akan memudahkan Anda memilih CCTV yang tepat bagi kebutuhan.
2.    Kebutuhan Dasar : Peralatan apa yang akan Saya butuhkan?
Pada dasarnya CCTV membutuhkan beberapa kamera yang sudah terpaket kan, software pendukung, dan DVR yang disertai media penyimpanan untuk mengolah gambar analog menjadi digital. Selain itu kebanyakan CCTV masih menggunakan kabel untuk menghubungkan CCTV yang satu dengan yang lain menuju DVR. Pada saat ini ada perkembangan teknologi CCTV yang lebih canggih berupa IP Camera Digital, IP Camera menghasilkan gambar digital sehingga tidak memerlukan DVR untuk mengolah gambar, selain itu IP Camera dapat di beli dalam jumlah satuan sesuai kebutuhan titik yang ingin diawasi.
3.    Pilihan Rekaman : Bagaimana Saya menyimpan hasil rekaman?
Untuk CCTV Anda memerlukan DVR yang terhubung dengan media penyimpanan untuk menyimpan hasil rekaman, sedangkan pada teknologi IP Camera, sudah banyak tersedia pilihan untuk menyimpan langsung hasil rekaman pada IP Camera tersebut menggunakan SD card. Untuk penyimpanan dalam jumlah besar Anda dapat juga mengintegrasikan PC atau server pada IP Camera dengan menggunakan software tertentu.
4.    Teknologi Pengintai : Bagaimana Saya memonitor gambar?
Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui system yang Anda inginkan untuk melihat gambar hasil kamera Anda. Apakah Anda menginginkan ruang khusus yang dioperasikan oleh karyawan yang terlatih untuk memonitor gerakan? Apakah Anda menginginkan jasa orang ketiga untuk memonitor property Anda? Apakan Anda menginginkan untuk mengakses kamera Anda sendiri dari mana saja dan di mana saja? Apakah Anda ingin menerima email atau tanda bahaya ketika aktivitas mencurigakan terdeteksi kamera Anda? IP Camera mempunyai teknologi langsung untuk terhubung dengan internet.
5.    Tetap Atau Bergerak : Apakah Saya membutuhkan kamera yang static atau dapat digerakan?
Kebanyakan CCTV belum dapat digerakan, IP Camera menjadi pilihan yang lebih fleksibel karena dapat menyediakan teknologi canggih seperti Pan Tilt Zoom (dapat di gerakan). Namun, dalam penggunaannya kadang dibutuhkan kombinasi antar yang static dan bergerak.
6.    Keunggulan Camera : Apakah Saya membutuhkan IP Camera atau CCTV analog?
Ketika CCTV analog ideal untuk dapat memonitor satu titik saja, IP Camera memiliki keunggulan yang lebih banyak dibanding dengan CCTV analog. IP Camera memiliki resolusi yang jauh di atas CCTV pada umumnya, IP Camera dapat menghasilkan gambar high definition atau Megapixel sehingga dapat mendukun cakupan area yang luas dan mengamati gambar lebih detail. Bahkan beberapa IP Camera sudah dilengkapi dengan infrared untuk melihat dalam gelap dan juga two way audio system untuk memonitor atau merekam suara di sekeliling kamera.
7.    Solusi Keamanan Pintar : Haruskah Saya menggabungkan CCTV dengan system keamanan yang lain?
CCTV kamera dapat di integrasikan dengan mudah untuk system keamanan yang lain seperti alarm keamanan.
8.    Berinvestasi Secara Bijak : Bagaimana menetapkan budget penggunaan CCTV?
Ini sangat bergantung dengan kebutuhan Anda sendiri. Biasanya IP Camera lebih mahal dari CCTV analog namun IP Camera dapat menyediakan keunggulan berlimpah untuk kenyamanan Anda. Terkadang penggunaan IP Camera menjadi lebih murah dari penggunaan CCTV, karena CCTV biasa dijual satu paket dengan DVR sebagai contoh 4 unit kamera dan 1 unit DVR. Sedangkan Anda dapat membeli IP Camera secara satuan atau dalam jumlah ganjil sesuai kebutuhan.